Pengembangan Website UPT BLK Wonojati Malang sebagai Media Informasi Digital

Pengembangan Website UPT BLK Wonojati Malang sebagai Media Informasi Digital

Beranda | UPT BLK Wonojati
Selama menjalani kegiatan magang, saya bersama tim mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pengembangan website untuk UPT BLK Wonojati Malang sebagai media informasi digital lembaga. Project ini menjadi salah satu pengalaman yang cukup berkesan karena bukan hanya sekadar membuat website, tetapi juga memahami bagaimana sebuah lembaga pemerintah mulai bertransformasi ke arah digital.
Sebelum website dikembangkan, penyebaran informasi di UPT BLK Wonojati Malang masih banyak bergantung pada media sosial seperti Instagram dan Facebook. Informasi memang tetap tersampaikan, tetapi sifatnya masih terpisah-pisah dan tidak terstruktur dengan baik. Banyak informasi penting seperti program pelatihan, jadwal kegiatan, hingga layanan publik yang cukup sulit diakses secara lengkap oleh masyarakat.

Dari kondisi tersebut, kami mulai merancang sebuah website yang dapat menjadi pusat informasi digital resmi bagi lembaga. Website ini dirancang untuk menampilkan informasi profil lembaga, program pelatihan, berita kegiatan, galeri dokumentasi, hingga layanan informasi publik dalam satu platform yang lebih terintegrasi.
Dalam proses pengembangannya, pendekatan yang digunakan mengacu pada model ADDIE, mulai dari tahap analisis kebutuhan, perancangan tampilan, pengembangan sistem, implementasi, hingga evaluasi. Kami mencoba memahami kebutuhan lembaga terlebih dahulu sebelum mulai masuk ke tahap desain dan development. Hal ini cukup penting karena website yang dibuat bukan hanya harus terlihat bagus, tetapi juga benar-benar bisa digunakan dan membantu proses komunikasi lembaga secara nyata.
Secara visual, website dirancang dengan tampilan yang sederhana, responsif, dan mudah digunakan di berbagai perangkat. Fokus utamanya adalah kemudahan akses informasi bagi masyarakat umum, termasuk calon peserta pelatihan yang membutuhkan informasi secara cepat dan jelas. Kami juga memperhatikan struktur navigasi agar pengguna tidak kesulitan mencari informasi yang dibutuhkan.
Bagi saya pribadi, project ini cukup membuka pandangan bahwa website bukan hanya soal coding atau tampilan visual saja. Di balik itu, ada proses memahami kebutuhan pengguna, membangun alur informasi yang jelas, dan bagaimana teknologi bisa membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Setelah website selesai diimplementasikan, pihak lembaga memberikan respons yang cukup positif. Mereka merasa penyebaran informasi menjadi lebih efektif dan lebih profesional dibanding sebelumnya. Selain itu, website juga membantu mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi tanpa harus mencari dari berbagai sumber yang terpisah.
Melalui project ini, saya juga belajar bahwa transformasi digital di lembaga pemerintah sebenarnya memiliki tantangan tersendiri. Tidak hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana membuat sistem yang benar-benar relevan dan mudah digunakan oleh semua pihak.
Buat saya, pengalaman ini bukan cuma tentang membuat website untuk kebutuhan magang. Ini menjadi salah satu titik di mana saya mulai semakin tertarik dengan dunia development dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar.


Nanda Addi Wijaya
Undergraduate at Universitas Negeri Malang specializing in visual cognitive psychology, professional video post-production, motion design, and high-fidelity React interface code.